Pasar Uang di Beberapa Negara
PASAR UANG DI BEBERAPA NEGARA
Pasar uang menjadi salah satu instuisi yang memiliki peranan penting bagi bank sentral terutama dalam menginplementasikan kebijakan moneter. Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan yang bertujuan untuk menciptakan sistem keuangan yang sehat, meningkatkan ketersediaan informasi bagi pelaku pasar uang, serta meningkatkan efektivitas kebijakan moneter.
1. European Central Bank (ECB)
Di dalam melaksanakan kebijakan moneter dengan sasaran stabilitas harga (price stability) ECB mengendalikan likuiditas di pasar uang serta mongontrol perkembangan tingkat suku bunga jangka pendek pasar uang. ECB menggunakan targer corridor atau band overnight rates. Untuk melaksanakan kebijakan moneter, piranti moneter utama yang digunakan ECB adalah operasi pasar terbuka (OPT), standing facilities, dan reserve requirements.
2. Amerika Serikat (Federal Reserve)
Dalam melaksanakan kebijakan moneternya, amerika serikat (AS) juga menggunakan tingkat suku bunga pasar uang sebagai target operasional dan sinyal kebijakan (policy rate).
3. Inggris (bank of england)
Dalam menentukan kebijakan moneter, bank of England melakukan pertemuan bulanan yang disebut monetary policy comite (MPC) guna menentukan arah OPT dengan menetapkan tingkat repo rate (fix tender) yang jatuh tempo 2 minggu sebagai policy rate. Selain itu, MPC juga mencari tahu mengenai ekspetasi pasar terhadap tingkat suku bunga masa mendatang sehingga memudahkan MPC dalam mengambil keputusan melalui OPT mengenai arah kebijakan yang akan diambil.
Komentar
Posting Komentar